Sifat Wanita Itu Sama Seperti Kaca. Kaca Yang Sudah Retak Walau Sudah Disatukan Akan Tetap Ada Nampak Retaknya, Begitu Pula Wanita.

Seorang wanita itu ibarat cermin, dia terlihat kuat tapi nyantanya mudah sekali menajdi retak. Dia mudah sekali memaafkan tapi sayangnya dia tidak akan mudah melupakan.

Oleh karenanya, jika kamu sebagai lelakinya jagalah hati wanitamu sebaik mungkin, jagalah perasaannya agar tidak pernah tergores oleh sikap dan perilakumu yang buruk.

Ingat, dia adalah penyempurnamu, dia adalah amanah Allah untukmu, dan dia satu-satunya anugerah terindah bagi dirimu sebagai “suami”, dimana suatu saat nanti akan Allah memintaimu pertanggung jawabanmu atas dirinya.

Lantas jangan pernah kamu mempermainkan hati seorang wanita, terlebih jika dia telah menyandang status sebagai istrimu, karena bila sampai kamu mempermainkannya maka Allah pun pasti akan ikut andil memihaknya.

Allah pasti akan membalas perbuatanmu dengan sempurna, terlebih bila istrimu ridho dan sabar dengan rasa sakitnya, maka tentu pembalasan Allah akan sangat hebat datang kepadamu.

wanita itu tercipta dengan hati yang lebih lembut dari seorang lelaki, maka berlakulah lunak dan lemah lembut kepadanya, karena sungguh wanita itu adalah makhuq yang sangat perasa.

Jangan sampai Allah murka terhadapmu, karena ketidak tahuanmu dalam berlaku baik dan sopan kepada dirinya. Ingat, wanita itu hadir sebagai penyempurna bagi kehidupan laki-laki, wanita hadir sebagai penyeimbang bagi kehidupan laki-laki, maka kamu sebagai suami harus selalu sadar dengan hal demikian.

Pastikanlah kamu sadar akan tanggung jawabmu dengan baik, pastikanlah kamu tahu caranya bersikap bijaksana dengan terus menghargai dan menghormatinya.

Selain itu ada pula yang harus selalu kamu ingat tentang wanita, bahwasannya wanita itu ibarat tulang rusuk yang bengkok, dimana dalam menjaganya kamu harus mampu berlaku baik dengan berlemah lembut, jangan kasari dia agar tak menjadi patah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطٌ

“Seandainya engkau berbuat baik pada salah seorang istri-istrimu sepanjang umurmu kemudian dia melihat suatu (yang tidak disukainya) darimu maka ia akan berkata, “Aku sama sekali tidak pernah kebaikan darimu”(HR Al-Bukhari I/19 no 29 dan Muslim II/626 no 907)

Berkata Ibnu Hajar, “Hadits ini menunjukan akan dianjurkannya untuk berbuat mujamalah (berbasa-basi) untuk menarik hati para wanita dan melembutkan hati mereka. Hadits ini juga menunjukan siasat dalam menghadapi wanita yaitu dengan memaafkan mereka serta sabar dalam menghadapi kebengkokan mereka. Dan barangsiapa yang berharap selamatnya para wanita dari kebengkokan maka ia tidak akan bisa mengambil manfaat dari mereka, padahal seorang pria pasti membutuhkan seorang wanita yang ia merasa tentram bersamanya dan menjalani hidup bersamanya. Seakan-akan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah sempurna menikmati (bersenang-senang) dengan seorang wanita kecuali dengan bersabar menghadapinya”